PAGI INI (15/03/2020), Mumpung ada waktu, aku mengajak anak-anak menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah banguan bersejarah di kota Ngawi.
Inilah Bangunan militer yang juga dikenal dengan sebutan benteng pendhem, dibangun oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada tahun 1839 sampai 1845 dan nama benteng ini diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa pada tahun 1830-1834.
Butuh waktu lebih dari 6 tahun untuk membangun benteng yang memiliki ukuran bangunan 165 m x 80 m dengan luas lahan 15 hektar ini.
Letak bangunan ini sangat strategis dari sudut pandang kemiliteran karena berada persis pada titik pertemuan 2 sungai besar yakni Sunga Bengawan Solo dan Sungai Madiun.
Menurut beberapa sumber, fungsi bangunan ini adalah bangunan pertahanan yang mengawasi hilir mudik lalu lintas di sungai bengawan solo dan sungai madiun, dimana pada saat itu, kedua sungai tersebut menjadi urat nadi ekonomi diperbatasan jawa timur dan jawa tengah.
Kohar_Malowopati










0 komentar:
Posting Komentar