Sabtu, 11 November 2017

Lettu Suyitno, Putra Tuban Pembela Bojonegoro


Patung Lettu Suyitno di Alun-Alun Kota Bojonegoro
Foto from : Nova Wijaya-Blogger Bojonegoro
Dialah Letnan Satu Raden Mas Soejitno Koesoemobroto, Pahlawan nasional Indonesia dari Kabupaten Bojonegoro yang juga putra dari R.M.A.A Koesumobroto Bupati Tuban ke-37 (1927-1944). lahir di Tuban, Jawa Timur , 4 November 1925 – meninggal di , Bojonegoro, 15 Januari 1949 pada umur 23 tahun. R.M Soejitno Koesoemobroto mengeyam Pendidikan Dasar, Europeesche Lagere School (ELS) di Tuban kemudian melanjutkan Hollandsch-Inlandsche School (HOS) nya di Surabaya akan tetapi belum sampai lulus kemudian menyelesaikan pendidikan setingkat SMP nya di Tuban. Setelah itu Soejitno melanjutkan pendidikan di Syodenco (Perwira PETA) di Bogor. Karier Soejitno diawali pada Zaman Penjajahan Jepang sebagai perwira PETA (Syodenco) di Dai Ni Daidan Tuban. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Soejitno masuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Batalyon Suharto Resimen 30 Divisi V di Tuban, Lettu Soejitno sempat berpindah ke Batalyon 16 Brigade Ronggolawe dengan Pangkat Letnan Satu dengan jabatan sebagai Perwira Operasi, tepatnya pada awal tahun 1948. Dan ketika kles II tahun 1949 Lettu Soejitno menjadi komandan perlawanan dan pertempuran di Palagan Temayang. pada masa peperangan tepatnya tanggal 15 Januari 1949, Lettu Soejitno bersama anak buahnya Gugur dalam pertempuran melawan Belanda. Pada tanggal 15 Januari 1949 terjadi pertempuran yang dahsyat antara Tentara Indonesia melawan Belanda dan Lettu Soejitno sebagai komando perlawanan, dalam pertempuran tersebut ia Gugur sebagai kusuma bangsa Di Desa Mulyoagung. Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.

(kohar malowopati)
Lokasi: Bojonegoro Regency, East Java, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar